Bismillah 2018
Madrasah Desain Hari Santri di Unisnu Jepara

Harisantri.com – Jepara
Agenda Hari Santri 2017 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PP RMI) NU di Jepara adalah “Madrasah Desain dan Literasi”. Bekerjasama dengan Rektorat Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, acara yang melibatkan puluhan santri di wilayah Pantura itu digelar di Ruang Seminar Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Senin (09/10/2017) pagi hingga sore.

Oleh moderator Abdulloh Hamid, Ketua Panitia Hari Santri, Ahmad Atho’illah (Gus Aik), diberi kesempatan pertama memaparkan materi tentang tema Hari Santri, “Santri Mandiri, NKRI Hebat”.

Pentingnya pelatihan “Santri Jago Desain” ini, diungkapkan Gus Aik, adalah karena fakta menyatakan, banyaknya anak kecil usia 1-2 tahun yang tidak bisa membaca tapi sudah pandai bergaul dengan smartphone untuk putar lagu, video di Youtube dan main game.

Artinya, era digital sekarang sudah sangat instan diakses tanpa batas umur. “Kita besok mungkin akan menjadi old milenal,” kata Gus Aik mengungkapkan dahsyatnya efek teknologi digital yang perkembangannya tidak bisa dibendung lagi.

Hanya bermodal foto dengan pengambilan sudut pandang yang menarik, lanjut Gus Aik, banyak yang akan berduyun-duyun datang jika sudah viral. “Traveling itu akibat ada medsos. Shoot bagus di sudut desa, viral, bakal banyak yang datang,” terangnya, disamping narasumber lain, M Abdullah Badri, Pemred Harisantri.com.

Pentingnya pengambilan sudut pandang foto itulah yang membutuhkan trik. “Madrasah Desain dan Literasi” memang harus dimanfaatkan benar untuk kalangan santri, di Hari Santri 2017 ini.

Jika traveling saja bisa viral, pesantren bisa viral jika para santri bisa memanfaatkan teknologi smarphone berbasis grafis.  “Pesantren misalnya, dishoot hape, bagus hasilnya, dishare dan viral, potensial diperbincangkan banyak orang. Dan ini bagian dari kampanye pesantren menggunakan teknologi prakis,” tandas cucu KH Bisyri Syansuri tersebut.

Hadirnya teknologi instan, masih kata Gus Aik, membuat para penggiat media elektronik televisi merasa terancam. Beberapa waktu lalu Gus Aik bercerita pernah ditanya wartawan televisi soal akun Facebooknya. “Facebook jenengan sekarang masih aktif atau tidak?” Begitu tanya wartawan.

Ia menjawab kalau sudah dua tahun belakangan, tidak aktif lagi di Facebook. Padahal, kata sang wartawan tivi itu, justru Facebook lah yang kini terasa sangat mengancam siaran televise karena menyediakan fasilitas live streaming. “Salah satu hal yang menakutkan bagi media online dan tivi adalah facebook,” tegas Gus Aik, menirukan kata wartawan yang menyarankan dia aktifkan kembali Facebook.

Itulah sebabnya, “Madrasah Desain dan Literasi” digelar; agar muncul santri yang bisa jadi youtuber, selebgram, selebtweet, bukan selebhoax (selebriti kabar hoax). “Desain tanpa literasi, kuatir nya banyak disalahgunakan untuk membuat kabar hoax dunia maya,” terang Moh Khanif, Ketua Panitia lokal Hari Santri dari Unisnu, kepada Harisantri.com.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor Unisnu, Dr. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag (sambutan tuan rumah sekaligus membuka acara) didampingi Kepala Biro III Unisnus, Drs. Suliyono, M.M, dan Wakil Ketua RMI Jepara, Gus Sholahuddin Muhsin.

Hingga sore, acara masih berlanjut pelatihan bertajuk “Santri Jago Desain” bersama Kang Dody (Master Desain dari Jawa Timur), Rumail Abbas (aktivis Twitter Jepara) dan juga Mohammad Aro (Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Tengah).  (Badri)

Hubungi Kami

MI MIFTAHUL JANNAH
Jl. Pertengahan No. 27 Rt.004/07 Cijantung Jak Tim

+6221 8729138
mimiftahuljannah@gmail.com